GUO0BSY6BUY9GpGoTpAiGfG5TY==
Light Dark
Miris! 95 Siswa UPT SDN Datar Bancong Belajar di Gedung Hampir Rubuh, Tak Punya Toilet

Miris! 95 Siswa UPT SDN Datar Bancong Belajar di Gedung Hampir Rubuh, Tak Punya Toilet

Daftar Isi
×

WAY KANAN – Di tengah gencarnya pemerintah memperbaiki kualitas pendidikan dan mendorong pemerataan sarana pendidikan, kondisi berbeda justru dialami UPT SDN Datar Bancong, Kecamatan Kasui, Kabupaten Way Kanan.

Sebanyak 95 siswa di sekolah tersebut masih harus menuntut ilmu di tengah kondisi bangunan yang memprihatinkan. Dinding sekolah mengalami retak, plafon sudah lapuk, sementara genteng atap bocor ketika hujan.

Kondisi itu bukan sekadar persoalan kenyamanan belajar. Bagi para orang tua, kerusakan bangunan sekolah menjadi sumber kekhawatiran karena anak-anak mereka menghabiskan waktu berjam-jam di dalam ruang kelas.

Kekhawatiran tersebut disampaikan wali murid, Suharjono. Ia mengaku waswas setiap kali anaknya berada di sekolah.

“Sekolah itu sudah tidak layak. Kami was-was takut kalau anak sedang belajar, tertimpa atap atau plafon yang sudah lapuk,” ujar Suharjono.

Ruang gurupun terlihat juga hampir rubuh juga, Yang lebih memprihatinkan, sekolah ini bahkan tidak memiliki toilet.

Untuk buang air kecil maupun buang air besar, para siswa terpaksa menggunakan toilet milik PAUD di sekitar sekolah.



Kondisi tersebut tentu menjadi ironi bagi dunia pendidikan. Di saat fasilitas sanitasi sekolah menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan layak, puluhan siswa di UPT SDN Datar Bancong justru belum memiliki toilet sendiri.

Kepala UPT SDN Datar Bancong, Nurpitasari, S.Pd., berharap kondisi sekolah mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Pihak sekolah telah mengusulkan rehabilitasi melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Way Kanan untuk diteruskan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Harapannya sederhana: gedung sekolah diperbaiki dan fasilitas dasar seperti toilet dapat dibangun, sehingga 95 siswa tidak lagi belajar dalam kondisi yang membuat orang tua mereka cemas.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah dan Presiden Prabowo Subiyanto, di bidang pendidikan diharapkan benar-benar menyentuh sekolah-sekolah yang kondisinya paling membutuhkan, termasuk UPT SDN Datar Bancong.

Jangan sampai anak-anak di pelosok harus menunggu plafon benar-benar runtuh terlebih dahulu untuk mendapatkan perhatian.

Mereka tidak meminta fasilitas mewah. Mereka hanya membutuhkan ruang belajar yang aman, atap yang tidak bocor, plafon yang tidak lapuk, dinding yang kokoh, serta toilet yang layak.

Kini harapan 95 siswa, guru, dan para orang tua tertuju kepada pemerintah. Semoga usulan rehabilitasi UPT SDN Datar Bancong mendapat perhatian dan dapat direalisasikan, sehingga anak-anak di sekolah tersebut bisa belajar dengan aman, nyaman, dan bermartabat.(**)

0Komentar